Sebutkan dan jelaskan berbagai fungsi Supervisi Pendidikan?

Fungsi Supervisi Pendidikan

  • Mengkoordinasikan semua usaha sekolah : usaha tiap guru, usaha-usaha sekolah, usaha-usaha pertumbuhan jabatan
  • Memperlengkapi kepemimpinan sekolah – Melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki keterampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah
  • Memperluas pengalaman
  • Memberikan fasilitas dan penilaian yang kontinue
  • Menganalisa sistem belajar
  • Memberi pengarahan dan keterampilan pada setiap bangsa
  • Menintegrasi tujuan dan pembentukan kemampuan. Menurut Gregoria (1966) ada 5 fungsi Supervisi Pendidikan yaitu : fungsi inspeksi, fungsi penelitian, fungsi pelatihan, fungsi bimbingan, dan fungsi penilaian

Peranan supervisi dalam mencapai tujuan supervisi yang efektif adalah membantu pada guru untuk lebih sadar akan kekurangan dan berusaha mencari jalan keluar untuk memperbaiki kekurangan itu lewat kegiatan-kegiatan KKG misalnya :

  • Memotivasi para guru dalam meningkatkan situasi
  • Belajar efektif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
  • Membangkitkan konsekuensi pada guru akan adanya perubahan di masyarakat

Kedudukan supervisi dalam program pendidikan adalah alat untuk mengevaluasi keberhasilan suatu lembaga pendidikan dengan melalui bimbingan profesional bagi guru agar sadar dalam meningkatkan kinerjanya untuk tercapainya tujuan supervisi itu sendiri.

Tujuan Supervisi Pendidikan adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personal tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar

Continue reading »

Tagged with:  

Perilaku adaptif adalah keefektifan atau tingkat kemampuan seseorang dalam memenuhi norma kebebasan pribadi yang sesuai dengan usia dan kelompok budayanya. Perilaku adaptif merupakan kematangan diri dan sosial sesuai dengan usia dan budaya kelompoknya

Para ahli mendeskripsikan sebagai berikut :
Prilaku adaptif berfokus pada perilaku sehari-hari, tuntutan lingkungan yang bersifat kongkrit, intelegensi berfokus pada proses terjadinya dan tuntutan akademik

Asesmen perilaku adaptif melibatkan perilaku umum, khusus dan sehari-hari sedangkan intelegensi skala pengukur

Problem yang terjadi pada perilaku adaptif berakibat / berkaitan erat dengan terjadinya defisit intelegensi

Perjuangan untuk bertahan hidup merupakan landasan pokok bagi anak dalam lingkungan kehidupannya dan merupakan kebutuhan mereka untuk memelihara perjuangan diri sehingga mempunyai pengaruh yang kuat dalam mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perilaku secara fisik dan membentuk perkembangan psikologis dirinya.

Makna bermain dalam proses bimbingan dan pembelajaran merupakan fungsi dari ego yang mencoba memadukan tubuh dan proses sosial dalam diri seseorang.

Bermain secara umum diartikan sebagai antithesis atau lawan yang tepat dari kerja, karena sifatnya menyenangkan, bebas dari paksaan, perasaan hati atau tidak ada tekanan dan bebas dari sifat yang tidak masuk akal.

Perilaku anak saat melakukan kegiatan bermain pada umumnya tidak mengharapkan hadiah atau ganjaran dari luar dirinya, mereka akan terus bermain tanpa menghiraukan orang lain yang ada sekitarnya. Hal ini disebabkan secara prinsip telah memberikan rangsangan dan mendominasi kegiatan seseorang terhadap objek mainanya.

Dalam kegiatan bermain yang dianggap penting bagi seseorang mempertahankan suatu objek, bukan mendapatkan informasi baru tentang objek. Jadi motivasi dan objek secara nyata dapat menjadikan permainan berubah sesuai dengan situasi anak. Bermain tidak bersifat instrumen atau tidak mempunyai arah tertentu sewaktu dilakukan oleh sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, tidak mempunyai tujuan tertentu, serta tidak ada orientasi yang harus dilakukan. Komponen-komponen tersebut secara tetap ada pada perilaku seorang anak yang sedang tekun melakukan permainan yang mempunyai karakteristik khusus aturan tertentu.

Fungsi bermain serta implikasi dalam permainan yang bersifat terrapeutik sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor :

Faktor Biological

  • Bermain merupakan wacana bagi seorang anak untuk mempelajari keterampilan-keterampilan dasar
  • Seorang anak melalui bermain dapat menyalurkan seluruh energi serta mendapatkan relaksasi
  • Bermain memberikan kemungkinan terhadap anak untuk melakukan stimulasi secara kinestesis

Faktor Intra Personal

  • Bermain dapat mempengaruhi gairah diri
  • Bermain dapat memungkinkan seorang anak memperoleh kemampuan untuk menguasai situasi tertentu
  • Bermain menjadi diri seorang anak untuk mampu mengatasi konflik-konflik dirinya

Faktor Inter Personal

  • Bermain merupakan salah satu wahana yang paling penting bagi seorang anak untuk menemukan jati dirinya yang ingin lepas dari pengasuhnya
  • Bermain membantu seorang anak untuk lebih banyak mempelajari keterampilan-keterampilan sosial

Faktor SocioCultural

  • Fungsi bermain sebagai media belajar anak dalam mempelajari peranan budaya bagi kepentingan diri mereka maupun orang lain
  • Permainan yang dilakukan anak berkaitan dengan budaya dan seringkali memiliki sejarah tertentu yang bersifat khusus serta banyak mengandung nilai-nilai budaya masyarakat.

Jadi faktor terrapeutik dalam permainan berisikan sejumlah elemen-elemen tertentu yang berbeda-beda untuk setiap kegiatannya serta ditentukan oleh pengaruh-pengaruh khusus yang ada pada anak.

Faktor Terapeutik merupakan peningkatana secara klinik atau penurunan prilaku yang tidak diinginkan bersamaan dengan peningkatan perilaku yang sesuai

Dalam hal ini faktor terapeutik merupakan sebuah elemen bermain yang dapat menyokong ke arah hasil akhir yang bersifat positif.

Bimbingan pengembangan perilaku adaptif siswa tungrahita dengan memanfaatkan permainan terapeutik dalam pembelajaran, khususnya dalam bimbingan pribadi sosial dapat terfokus pada kegiatan gerak motorik tubuh. Hal tersebut berdasar atas asumsi bahwa pertumbuhan gerak anak tunagrahita sangat memerlukan pengembangan gerak terhadap :

  • Fungsi persepsi sensory motor
  • Fungsi intelektual
  • Fungsi emosi fisiologis
  • Fungsi sosial

Oleh karena anak tunagrahita membutuhkan perkembangan, maka permainan yang dianggap paling cocok, yaitu permainan yang mengandungunsur-unsur motivasi gerak, daya tarik lingkungan, penggunaanuang, penggunaan waktu dan pengaruh emosi serta daya nalar secara alamiah sesuai dengan teori.

Kesimpulannya, ada enam jenis permainan yang sangat cocok dipergunakan bagi siswa berkebutuhan khusus dalam upaya pemberian bimbingan perilaku adaptif yaitu :

  • Permainan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk menjelajahi lingkungannya
  • Permainan yang menggunakan seluruh energi anak
  • Permainan yang berkaitan dengan keterampilan baru
  • Permainan yang meningkatkan kemampuan bersosialisasi
  • Permainan berimajinasi untuk mengembangkan daya berpikir dan berbahasa
  • Permainan memecahkan masalah misalnya bermain puzzle

Tujuan umum bimbingan perkembangan perilaku adaptif siswa tunagrahita di sekolah tingkat dasar adalah :

  • Mewujudkan pribadi yang mandiri serta bertanggungjawab sesuai dengan kekurangan yang ada pada dirinya.
  • Mengenal perlunya kerjasama
  • Melatih kemampuan fungsional agar mampu bertanggungjawab secara pribadi dan sosial
  • Mengembangkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan sikap pribadi secara wajar.
Tagged with:  

Indikator Mutu Pendidikan

On May 28, 2011, in Catatan Harian, by unsilster

Proses pendidikan yang bermutu tercakup berbagai input seperti bahan ajar (kognitif, afektif atau psikomotorik) metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru), administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya lainnya, serta penciptaan suasana yang kondusif. Manajemen sekolah menyinkronkan berbagai input tersebut atau menyinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar.

Mutu dalam arti hasil output harus dirumuskan terlebih dahulu oleh sekolah dan target yang akan dicapai untuk setiap tahun kurun waktu tertentu harus jelas. Selain itu, berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu hasil output yang ingin dicapai.
Instrumental input, yaitu alat berinteraksi dengan raw input (siswa) seperti guru, harus memiliki komitmen yang tinggi dan total serta kesadaran untuk berubah dan mau berubah untuk maju, menguasai ajar dan metode mengajar.

Biaya pendidikan dengan sumber dana (budgeting) dikontrol dengan pembukuan yang jelas. Kurikulum materi ajar harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, realistis dan sesuai dengan fenomena kehidupan yang sedang dihadapi.
Raw output dan lingkungan yaitu siswa itu sendiri serta dukungan orang tua, dalam hal ini memiliki kepeduliaan terhadap penyelenggaraan pendidikan.

  • Performance, yaitu berkaitan dengan aspek fungsional dari produk dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan.
  • Features, merupakan aspek kedua dari performance yang menambah fungsi dasar serta berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.
  • Reliability, yaitu berkaitan dengan kemungkinan suatu produk yang berfungsi secara berhasil dalam periode waktu tertentu.
  • Conformance yaitu berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan
  • Durability, yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan
  • Servieability, merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan/ kesopanan
  • Aesthetics, merupakan karakteristik mengenaid keindahan yang bersifat subjektif
  • Perceived Quality yaitu karakteristik yang berkaitan dengan reputasi (brand name, image)

 

Tagged with:  

Secara harfiah ideologi berasal dari kata “ide” dan “logis” yang dapat diartikan sebagai aturan / hukum tentang ide, konsep ini berasal dari Plato (Takwim, 2003). Ditinjau dari pendekatan aliran, pengertian ideologi dapat dibagi menjadi 2 kelompok :

Ideologi sebagai seperangkat nilai dan aturan tentang kebenaran yang dianggap terberi, alamiah, universal dan menjadi rujukan bagi tingkah laku manusia

Ideologi sebagai ilmu yang mengkaji bagaimana ide-ide tentang suatu hal diperoleh manusia dari pengalaman serta tertata dalam benak untuk kemudian membentuk kesadaran yang mempengaruhi tingkah laku (Takwim, 2003)

Ideologi sebagai sistem nilai atau keyakinan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh kelompok tertentu.

Ideologi Pendidikan
Pendidikan sebagai anggota ilmu pengetahuan sosial tidak terlepas dari pengaruh berbagai sudut pandang para tokoh pemikir pendidikan. Pendidikan berupaya untuk melegitimasi atau melanggengkan tatanan/ struktur pendidikan juga mempunyai tugas untuk melakukan perubahan sosial dan transformasi menuju dunia yang lebih adik. Pendidikan mempunyai tugas agar individu mampu menghadapi perubahan sosial tersebut. Untuk sampai pada pemilihan posisi mana yang akan dijalankan (apakah melanggengkan struktur atau merubah struktur) dapat dicapai melalui ideologi pendidikan mana yang akan dianut.

Paradigma Pendidikan
Pembagian yang pertama dikemukakan oleh Henry Giroux dan Aronowitz, menurutnya ideologi pendidikan dapat dibagi menjadi tiga yaitu :

Paradigma Konservatif
Menurut para penganut paradigma ini, hanya Tuhanlah yang dapat merencanakan keadaan masyarakat dan hanya Tuhan yang mengetahui makna dibalik itu. Kaumj konservatif melihat pentingnya harmoni dalam masyarakat dan menghindari konflik dan kontradiksi dan bertujuan untuk mempertahankan status quo

Paradigma Liberal
Maka menurut mereka tugas pendidikan menyesuaikan pendidikan dengan kondisi politik dan ekonomi di luar dunia pendidikan dengan jalan memecahkan berbagai politik

Paradigma Kritis
Menurut paradigma ini, pendidikan merupakan arena perjuangan politik. Masalah pendidikan adalah melakukan refleksi kritis terhadap “the dominant ideologi” ke arah transformasi sosial.

Kesadaran Magis
Freire menggolongkan kesadaran manusia menjadi kesadaran magis, naif dan kritis

Kesadaran Magis
Tipe kesadaran ini lebih melihat faktor dari luar manusia sebagai penyebab ketidakberdayaan

Kesadaran Naif
Dalam hal ini “aspek manusia” yang menjadi akar permasalahan dalam masyarakat.

Kesadaran Kritis atau Radikal
Menyadari struktur dan sistem sosial, politik ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaan masyarakat.

Ideologi dan Praktik Pendidikan
Secara umum hal ini dapat dijelaskan bahwa pemikiran seseorang akan mempengaruhi cara bertindak dan cara bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Perdebatan partisifatif memposisikan murid sebagai individu yang aktif.

Tagged with: