Gaya Bahasa Retoris adalah gaya bahasa yang semata-mata merupakan penyimpangan dari kontruksi biasa untuk mencapai efek tertentu. Berikut ini adalah macam-macam Gaya Bahayasa Retoris dan berikut contoh dari gaya Bahasa Retoris.
Anastrop atau inversi adalah semacam gaya retoris yang diperoleh dengan pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat.
Apofasis atau Preterisio merupakan sebuah gaya dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Berpura-pura membiarkan sesuatu berlalu, tetapi sebenarnya ia menekankan hal itu. Berpura-pura melindungi atau menyembunyikan sesuatu, tetapi sebenarnya memamerkan.
Asindeton adalah suatu gaya yang berupa acuan, yang bersifat padat dan mampat dimana beberapa kata, frasa, atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung.
Polisindeton adalah suatu gaya yang merupakan kebalikan dari asindeton. Beberapa kata, frasa, klausa yang berurutan dihubungkan satu sama lain dengan kata-kata sambung.
Kiasmus adalah semacam acuan atau gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, baik frasa atau klausa, yang sifatnya berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa atau klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya.
Elipsis adalah suatu gaya yang berujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca atau pendengar, sehingga struktus gramatikal atau kalimatnya memenuhi pola yang berlaku.
Eufemisme adalah semacam acuan berupa ungkapan-ungkapan yang tidak menyinggung perasaan orang lain, atau ungkapan-ungkapan yang halus untuk menggantikan acuan-acuan yang mungkin menghina, menyinggung perasaan ataukah mensugestikan sesuatu yang tidak menyenangkan. Contoh: Kepala kampung menggapai-gapai di dalam baju lasting Inggris berwarna hitam-baju keangkatannya
Litotes – Adalah semacam gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan kurang keadaan sebenarnya atau suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan katanya.
Pleonasme adalah acuan yang mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. “Waktu keduanya masuk ke dalam, seperti dengan sendirinya pintu tertutup”
Hiperbola adalah semacam gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan, dengan membesar-besarkan suatu hal.
Paradoks adalah semacam gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. Paradoks dapat juga berarti suatu hal yang menarik perhatian karena kebenarannya. Continue reading →