Dimensi Pribadi
- Kapasitas berpikir secara kritis dan sistematis
- Pemahaman dan kepekaan terhadap masalah perbedaan budaya
- Pemilihan pemecahandan penyelesaian masalah
- Kesediaan melindungi lingkungan
Dimensi Sosial
Keterlibatan individu dalam urusan masyarakat dan komunitasnya berupa pemikiran, tindakan sosial.
Sifat-sifat Kewarganegaraan
- Kemampuan mengenali dan mendekati masalah sebagai masyarakat global.
- Kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
- Kemampuan untuk memahami, menerima dan menghormati perbedaan budaya.
- Kemampuan berpikir kritis dan sistematis.
- Kemampuan menyelesaikan konflik dengan cara damai.
- Kemampuan mengubah gaya hidup dan pola makanan pokok yang sudah biasa guna melindungi lingkungan.
- Memiliki kepekaan terhadap dan mempertahankan hak asasi manusia
- Kemauan dan kemampuan berpartisifasi dalam kehidupan politik pada tingkat lokal, nasional dan internasional.
Isi Kewarganegaraan (Bronson, 1998 : 5)
Civic Knowledge
Yaitu kandungan atau apa yang harus diketahui warga negara
Civic Skill
Kecakapan warga negara dalam mempraktekkan hak-haknya dan menunaikan kewajiban sebagai anggota masyarakat yang berdaulat yang berupa kecakapan intelektual dan partisifatif yang relevan
Civic Virtue
Nilai-nilai yang harus dipungai warga negara yang meliputi Civic Disposition (karakter kewarganegaraan) dan Civic Commitment (komitmen kewarganegaraan
Kewarganegaraan dan Nasionalitas
Istilah kewarganegaraan sering dipakai sebagai terjemahan dari nasionalitas (nationality). Nasionalitas merupakan pengikat hubungan antara individu dan negara. Tanpa nasionalitas individu tidak akan memperoleh perlindungan negara sehingga nasionalitas berfungsi sebagai simbol atau identifikasi individu dalam kaitannya dnegan negara tertentu dalam lingkungan internasional. Bukti nasionalitas adalah passport
Tujuan dan Isi Ilmu kewarganegaraan
Tujuan kewarganegaraan adalah partisifasi yang bermutu dan bertanggungjawab dari warga negara dalam kehidupan politik dan masyarakat baik pada tingkat desa, lokal maupun nasional.
Tujuan dan Isi Civic Knowledge
- Tujuan kewarganegaraan adalah partisifasi yang bermutu dan bertanggungjawab dari warga negara dalam kehidupan politik dan masyarakat baik pada tingkat desa atau komunitasnya, lokal maupun nasional, maka partisifasi tersebut memerlukan penguasaan sejumlah kompetensi kewarganegaraan yaitu :
- Penguasaan terhadap pengetahuan dan pemahaman
- Pengembangan kemampuan intelektual dan partisifatif
- Pengembangan karakter dan sikap mental
- Komitmen yang benar terhadap nilai dan prinsip demokrasi konstitutional
Kewarganegaraan dan Ilmu
Kewarganegaraan dalam mata kuliah ini dimaksud dengan ilmu Kewarganegaraan sebagai terjemahan dari Civic atau Ilmu Civic, sama dengan istilah politic yang diterjemahkan dengan ilmu politik saja walupun dimaksud adalah politik sebagai ilmu bukan politik sebagai fenomena praktis.
Kewarganegaraan sebagai ilmu karena memenuhi syarat espotimologi, ontologi dan aksiologiu.
Civics Education
- Adalah mata pelajaran dasar yang dirancang untuk mempersiapkan warga negara muda untuk dapat melakukan peran aktif dalam masyarakat setelah dewasa.
- Ini merupakan istilah generik yang mencakup pengalaman belajar di sekolah dan di luar sekolah seperti lingkungan keluarga, organisasi keagamaan, ormas dan media.
- Jadi Civic Education adalah konsepyang lebih luas dan civic education menjadi bagian penting didalamnya.
Pendidikan demokrasi adalah usaha sistematis yang dilakukan negara dan masyarakat untuk memfasilitasi individu warga negara agar memahami, menghayati, mengembangkan dan mengamalkan konsep, prinsip dan nilai demokrasi sesuai dengan status dan peranannya di masyarakat.
Jadi pendidikan demokrasi yang berupa Civic Education sebagai bagian dari Citizenshift Education yang dimaksud untuk pengembangan watak dan karakter warga negara yang peka, tanggap dan bertanggungjawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Civic Disposition
- Sikap dan kebiasaan warga negara dalam bidang privat dan publik yang kondusif bagi berfungsi dan berlangsungnya sistem demokrasi konstitusional secara sehat.
- Karakter privat meliputi tanggungjawab moral, disiplin, penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia dari setiap individu.
- Karakter publik meliputi kepeduliaan sebagai warga negara, kesopanan mengindahkan aturan main (Rule of Law) berpikir kritis, kesediaan mendengar, bernegoisasi dan berkompromi
Karakter Kewarganegaraan tersebut adalah
- Keadaban atau Civility (Kesopanan yang mencakup penghormatan dan partisifasi aktif dalam interaksi manusiawi)
- Tanggungjawab individu dan kecendrungan untuk menerima tanggung jawab pribadi dan konsekuensi dari tindakan pribadi
- Disiplin diri dan penghormatan terhadap peraturan untuk pemeliharaan pemerintahan konstitusional tanpa perlu paksaan dari otoritas eksternal
- Rasa kewarganegaraan (Civic – Mindedness) dan kehendak untuk mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi sehingga ada kepeduliaan serta keterbukaan pikiran yang mencakup keterbukaan dan pengenalan terhadap kemerdekaan atau ambiguitas.
Civic Commitment
Artinya kesediaan warga negara untuk mengikatkandiri dengan sadar kepada ide dan prinsip serta fundamental demokrasi konstitusional negara. Identitas pribadi nilai-nilai keuangan negara tersebut sangat dipengaruhi Civic Culture, karena Civic Culture merupakan seperangkat ide yang dapat diwujudkan secara efektif dalam refresentase kebudayaan. Jadi sebagai haril penilaian berkenaan adaptasi psiko sosial individual dari ikatanbudaya
Identitas pribadi warga negara yang bersumber dari Civic Culture perlu di kembangkan melalui Civic Education atau pendidikan kewarganegaraan dalam berbagai bentuk dan latar.