Monthly Archives: June 2011

Alat Bina Gerak dan Alat Bina Diri

Alat Bina Diri

  • Alat untuk merias diri terdiri dari meja rias, sisir, hair drayer, pencuci muka, bedak, parfum, aksesoris rambut, minyak rambut, lipstik, bandu
  • Alat untuk makan dan minum terdiri dari sendok, garpu, piring, gelas, waslap
  • Alat rumah tangga misalnya kompor, katel, panci, majic com

Alat Bina Gerak

  • Rolling untuk melatih keberanian, ketangkasan, keseimbangan, jongkok, berdiri
  • Bola besar untuk keseimbangan kiridan kanan, menguatkan persepsi
  • Walking parallel bars untuk latihan berjalan
  • Straight untuk latihan penguatan otot kaki
  • Pulley Weight untuk melatih kekuatan otot
  • Stall Bars (Wall Bars) untuk melatih kekuatan otot, menggenggam keberanian naik turun, jongkok berdiri, koordinasi gerak tangan dan kaki saat memanjat
  • Stand in table untuk melatih posisi berdiri, ketahanan pada posisi berdiri, merangsang proprioceptor, melatih persiapan berjalan
  • Walker untuk latihan berjalan
  • Kruk untuk alat bantu berjalan
  • Cervical Collar untuk meluruskan leher
  • Back Splint untuk meluruskan lutut yang melengking ke belakang
  • Drop Foot Splint untuk meluruskan kaki yang jinjit
  • Inclinemat untuk latihan kontrol leher
  • Tread mill untuk latihan berlari di tempat
  • Cock up Splint digunakan untuk meluruskan tangan yang kaku / mengepal
  • Kursi roda untuk alat bantu berjalan
  • Crawer alat ini dipakai untuk latihan merangkap.

Rehabilitasi, Terapi, Okupasi, Ortopedi

Rehabilitasi merupakan upaya medik, sosial dan keterampilan yang diberikan kepada peserta didik agar mampu mengikuti pendidikan.

Tujuan rehabilitasi adalah membantu penyandang cacat mencapai kemandirian optimal secara fisik, mental, sosial, vocasional, dan ekonomi sesuai dengan kemampuannya

Fungsi rehabilitasi adalah pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan pemeliharaan
Terapi berarti usaha untuk memperbaiki atau menyembuhkan suatu kelainan yang telah diketahui.

Jenis-jenis terapi adalah :
Terapi bermain adalah kegiatan sebagai penyaluran emosi, misalnya rasa senang, setuju dan kesal. Terapi bermain meliputi permainan gerak/ fungsi, permainan, distuktif, konstruktif, peranan/ ilusi, reseptif dan prestasi

Terapi fisik adalah seni dan ilmu pengobatan dengan menggunakan tenaga alam, yang dimaksud tenaga alamyaitu terapi latihan, massage, panas, dingin, air, sinar dan listrik. Jenis latihan yang ada hubungannya dengan terapi fisik seperti latihan kekuatan otot, gerakan persendian, posisi kepala dan tubuh, posisi anggota tubuh, posisi duduk, merangkak, berdiri, meloncat-loncat di tempat, berjalan dan penggunaan alat gerak

Terapi psikis ialah suatu usaha penyumbuhan kelainan jiwa atau emosi yang dapat disalurkan melalui berbagai aktivitas

Terapi Bicara
Program latihan terapi bicara berhubungan dengan bina gerak menekankan pada hal-hal berikut : ketelaksaan, latihan bernapas, gerakan leher, rahang dan bibir, gerakan pita suara, gerakan mengisap, latihan mengunyah makanan yang keras dan kenyal, gerakan menelan, latihan meniup, cara memberi makanan dan komunikasi.

Terapi musik adalah usaha penyembuhan, baik fisiologis maupun psikologis, melalui aktivitas permainan musik

Okupasi adalah profesi kesehatan yang merupakan bagian dari rehabilitasi medik, bertujuan membantu individu dengan kelainan dan atau gangguan fisik, mental maupun sosial, dengan penekanan pada aspek sensomotorik dan proses neurologis. Hal itu dicapai dengan cara memanipulasi, memfasilitasi dan menginhibisi lingkungan, sehingga individu mampu mencapai peningkatan perbaikan, dan pemeliharaan kualitas hidupnya.

Dalam memberikan pelayanan kepada individu, terapi okupasi memperhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki anak, dengan memberikan manajemen aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian diharapkan anak dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas produktivitas (sekolah/ akademik), kemampuan perawatan diri (self care) dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure) serta bermain sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Anak-anak yang memerlukan bantuan terapi seperti diuraikan diatas antara lain :

  • Gangguan Perkembangan (Cerebral Palsy/ CP)
  • Pervasive Development Disorder (PDD)
  • Autism Spectrum Disorder (ASD)
  • Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD)
  • Anak dengan gangguan perilaku
  • Keterlambatan Wicara
  • Down Syndrome
  • Asperger’s Syndrome
  • Kesulitan Belajar
  • Dan keterlambatan perkembangan lainnya

Okupasi terapi akan memberikan pelayanan individual yang meliputi :
Penilaian (Assesment)

Intervensi Individual maupun kelompok
Agar anak mampu mencapai kemandirian dalam tugas kehidupan, seorang terapis okupasi akan mengamati dan mengkaji area-area dan komponen yang mencakup :

  • Biomekanik
  • Sensori Motorik
  • Perseptual Kognitif
  • Keterampilan Interpersonal

Bedah ortopedi atau orthopaedi (juga dieja orthopedi) ialah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang cedera akut, kronis, dan trauma serta gangguan lain sistem muskuloskeletal. Dokter bedah ortopedi menghadapi sebagian besar penyakit muskuloskeletal termasuk artritis, trauma dan kongenital menggunakan peralatan bedah dan non bedah.

Beberapa contoh subspecialisasi ortopedi adalah :

  • Bedah tangan (juga dilakukan oleh dokter bedah plastik)
  • Bedah bahu dan siku
  • Rekonstruksi sendi total (artoplasti)
  • Ortopedi anak
  • Bedah kaki dan pergelangan kaki (juga dilakukan oleh podiatri)
  • Bedah tulang belakang (juga dilakukan oleh dokter bedah saraf)
  • Onkologi muskuloskeletal
  • Bedah kedokteran olahraga
  • Trauma ortopedi