Contoh Makalah Sejarah

On June 28, 2010, in Catatan Harian, by unsilster

Pada tahun 1890 Dr. E. Dubois menemukan fosil dan artefak di Desa Trinil Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Fosil dan artefak yang ditemukan berupa tulang tengkorak, tulang rahang, tulang belakang. Artefak yang dijumpai juga terdapat dari batu. Oleh Dr. E. Dubois fosil-fosil manusia yang terdiri dari tulang tengkorak, tulang rahang dan tulang belakang direkonstruksikan kembali. Dari hasil rekonstruksi itu terbentuklah kerangka manusia yang mirip kera. Oleh karena itu dinamakan Pithekantropus Erectus yang berasal dari :

  • Pithekas berarti kera
  • Anthropus berarti manusia
  • Erectus berarti berdiri

Manusia purba yang sejenis dengan Pithekantropus Erectus adalah Pithekantropus Erectus Mojokensis yang ditemukan fosilnya oleh Von Koeningswald di Mojokerto Jawa Timur pada tahun 1936 sedangkan di Trinil pada tahun 1939 dan dinamakan Pithekantropus Robustus.

Di Desa Ngandong di daerah Lembaha sungai Bengawan Solo (Ngandong) dan di desa Wajak Kabupaten Tulung Agung dijumpai fosil-fosil manusia. Fosil manusia itu berbentuk tulang rahang bawah dari penelitian Von Koeningswald dan Dr. E. Dubois makhluk itu tingkat kehidupannya lebih tinggi dari Pithekantropus Erectus. Fosil yang dijumpai di Ngandong di daerah Solo dinamakan Homo Soloensis. Sedangkan fosil yang ditemukan oleh Dr. E. Dubois di daerah Wajak Tulung Agung dinamakan Homo Wajakensis yang berarti manusia dari Wajak

Disamping ditemukannya fosil-fosil manusia purba juga ditemukan peralatan yang terbuat dari bata dan tulang. Alat-alat tersebut dipergunakan untuk berburu dan keperluan alat rumah tangga. Dari peralatan yang dijumpai di Wajak dan Ngandong Homo Sapiens dan Homo Wajakensis bila hendak makan maka makannya dimasak terlebih dahulu dengan cara dibakar. Ini berarti manusia tersebut sudah mulai mengenal kesehatan. Sebelum dimakan makanan itu dibakar

Dari artefak-artefak atau peralatan yang dijumpai maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia Pithekantropus Erectus sudah mengenal alat-alat yang dipergunakan untuk membela diri dan berburu. Pithekantropus Erectus hidup antara 2,5 – 1,5 juta tahun yang lalu. Manusia Pithekantropus Erectus yang sejenis di luar negeri dijumpai di RRC (Cina) yaitu di gua Chaukontin Peking yang dinamakan Sinanthropus Pekinensis. Kehidupan mereka dari mengumpulkan makan terutama tumbuhn-tumbuhan.

Dari penemuan fosil-fosil manusia purba beserta artefak-artefaknya di berbagai daerah di Indonesia, menunujukkan bahwa di Indonesia telah hidup berbagai jenis manusia purba. Ini merupakan suatu keberuntungan bagi bangsa Indonesia. Karena selain menjadi tempat penemuan manusia purba yang jarang dijumpai di dunia. Oleh karena itu dalam rangka melestarikan hasil budaya atau peninggalan prasejarah hendaknya melaporkan kepada lurah atau camat.

Tagged with:  

Seperti kita ketahui anak-anak sekarang menjalani masa kanak-kanak yang sangat berbeda dari kita, adalah generasi digital, teknologi … mereka tidak datang dengan roti di bawah lengannya, tetapi dengan komputer, berbagai gadget … dan segala sesuatu yang berkaitan dengan internet. Mereka menghabiskan berjam-jam di depan komputer Anda, berinteraksi dengan orang lain melalui chatting, sosial jaringan, dll Oleh karena itu, perhatian dari orang tua juga berubah, sekarang tidak banyak bicara untuk “Jangan bicara dengan orang asing”, melainkan akan menjadi “tidak mengobrol dengan orang asing” atau peringatan lainnya saya yakin akan datang ke pikiran.

Keselamatan anak di bawah umur di Internet adalah sumber perhatian hari ini. Dari sudut pandang ini adalah karena ketidaktahuan dari banyak orangtua dalam kaitannya dengan internet, privasi, dll. Dan apa yang saya maksud. Jadi yang kita mengerti kita akan membesar-besarkan, ibu kami tidak membuat kami meninggalkan rumah jika kita melihat sesuatu yang sangat sesuai untuk usia kita atau jika orang asing menawari kami permen … Aku hanya mengambil peduli untuk mengulang, penjelasan, argumen … baik, untuk mendidik penting adalah bahwa memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Dari sudut pandang ini harus persis sama di Internet, kita harus mendidik anak-anak kita, di rumah dan di sekolah, sehingga mereka tahu apa yang mereka bisa dan tidak bisa lakukan, untuk keselamatan mereka sendiri pada jaringan. Tapi sebaliknya, apa yang kita lakukan adalah untuk mencegah melihat bahwa realitas, bagaimana? Untuk lebih berlebihan jangan biarkan anak-anak surfing mereka bersih, yang lain menggunakan program kontrol orangtua, dll Tapi aku bertanya-tanya apakah anak-anak tidak belajar untuk “berbicara dan bergantung pada orang asing” bisa menjadi masalah, apa yang kita dapatkan? Ketika kita tidak bisa lagi mengendalikan mereka akan terkena bahaya yang sama, benar?

Continue reading »

Tagged with:  

Vuvuzela berarti tanduk, panjangnya sekitar satu meter, biasanya terbuat dari plastik murahan berwarna-warni. Ini adalah suara-pembuat pilihan bagi penggemar sepak bola Afrika Selatan. Ketika itu ditiup oleh ribuan pendukung pada saat yang sama, itu keras, sangat keras. Kedengarannya sedikit seperti tanduk udara dan kamu akan mendengarnya banyak selama Piala Dunia 2010.

Continue reading »

Tagged with:  

Yth. Ibu Kepala Sekolah beserta Bapak dan Ibu Guru
Yth. Bapak Kepala Desa beserta stafnya
Yth. Bapak Ketua Komite beserta jajarannya
Yth. Bapak Ibu orang tua murid kelas VI juga tamu undangan serta teman-teman yang saya cintai.

Sejenak marilah kita panjatkan puja dan puji serta sukur kehadirat Allah SWT serta solawat dan salam semoga disampaikan kepada Revolusi Islam yakni Kanjeng Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, pada para sahabatnya juga kepada kita semua yang taat dan patuh pada ajarannya sampai akhir zaman.

Continue reading »

Tagged with:  

Contoh Pidato Bahasa Sunda

On June 16, 2010, in Catatan Harian, by unsilster

Langkung tipayun sim kuring asmana Bapak, Ibu guru Sekolah Unsilster seja ngahaturkeun rebu nuhun laksa keti gerah kabingahan, bingah ka giri-giri, bingah amarwata suta, bingah anu taya hinggana, sanggem paripaos tea mah sim kuring teh asa mobok manggih gorowong, asa ditonjok ku congcot, rehna dina danget ieu tiasa patepung lawung, paamprok jonghok, patepang raray sareng para Ibu Bapak sadaya dina raraga paturay tineung marurangkalih kelas VI ieu.

Para Ibu, Bapak sadaya, menggah pamaksadan sim kuring teu aya sanes kajabina nyaeta seja nyukcruk galur di luluhur, mapay lacak anu baheula, tatali paranti warisan ti nini aki. Nu mawi tebih diungsi, anggang di teang, sanes lantung tambuh laku, sanes ketang tanpa beja, sim kuring seja malikan carita anu tiheula nu kungsi dipake carita nyaeta rehna para Ibu Bapak nitipkeun, nyerenkeun pala putra putri Ibu Bapak sadayana ka ieu sakola, nyatana ka Bapak Ibu guru supados pala putra putri Bapak sadayana dididik, diatik, dibina, dibimbing, dipaparinan pelajaran anu dugi ka danget ieu  6 taun parantos kalangkung, alhamdulillah parantos bade rengse, kalayan mung sakitu kamampuan sareng katiasana, mung sakitu buktosna anu mudah-mudahan aya mangfaatna, khususna kanggo marurangkalih sadayana, umumna mah kanggo keluargana, masyarakatna, agamana, nagarana, nusa sareng bangsana.

Continue reading »