Organisasi Kehidupan
Semua tubuh makhluk hidup tersusun atas sel. Ada yang mempunyai satu sel atau uniselular dan ada pula yang mempunyai banyak sel atau multiseluler.
Perkataan sel berasal dari bahasa Latin, celulla yang berarti suatu bilik kecil. Istilah tersebut diberikan oleh Robert Hooke, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris yang hidup pada abad ke-17. Ia mula-mula mengamati sayatan gabus penyumbat botol di bawah mikroskop. Dari pengamatan tersebut ada unit kecil yang dibatasi oleh dinding-dinding yang terlihat pada penampang gabus. Didalam sel ditemukan materi yang disebut protoplasma. Dengan ditemukannya protoplasma yang terdapat didalam sel, istilah sel bukan hanya berarti cytos (bahasa Yunani yang berarti tempat berongga) melainkan berarti celulla (Bahasa Roma yang berarti kantung berisi).
Di dunia ini kita temukan berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang tubuhnya tersusun dari satu sel sampai banyak sel. Contoh bakteri bersel tunggal, antara lain Bacilus, Mycobacterium dan Pseudomonas. Contoh tumbuhan bersel satu adalah ganggang sel tunggal, misalnya Chlamudomonas, Chlorella dan Cosmarium. Adapun contoh hewan bersel satu adalah Amoeba, Vorticella, Paramaecium dan Plasmodium. Makhluk hidup yang tersusun oleh sebuah sel akan melakukan seluruh fungsi kehidupan dalam sel tersebut.
Berbeda dengan makhluk hidup yang tersusun oleh sel-sel multiseluler, kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel yang mengalami perubahan menjadi sel khusus. Misalnya, pohon kelapa mempunyai kelompok sel yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain dari tumbuhan. Sel pada organisme bersel banyak akan membentuk suatu jaringan, organ serta sistem organ dan organisme.
Related posts:
- Sekolah dan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
- Seni Tradisional Jawa Barat
- Tujuan Pembangunan
- Sinopsis dan Review Film 2012
pertamax…. benar sekali… ini menambah ilmu pengetahuan
tulisan yang pendek tapi cukup informatif. ternyata organisasi kehidupan utk semua makhluk cukup rumit dan kompleks. betapa besarnya kekuasaan Tuhan.